291 Pelanggar IMB Jalani Sidang Yustisi di Pengadilan Negeri Jakarta Utara

IMG 5404

Pengadilan Negeri Jakarta Utara menggelar sidang yustisi atau pelanggaranringan bagi 291 pelanggar izin mendirikan bangunan (IMB) di Jakarta Utara, Kamis (30/11/2017). Sidang yang dipimpin Hakim Agus Darwanta SH  ini, menyatakan 291 pemilik bangunan terbukti bersalah. Mereka para pemilik bangunan divonis denda yang beragam sesuai dengan tingkat kesalahanya.

IMG 5397

Masing-masing pelanggar diganjar sanksi denda mulai dari Rp 1,5 jutahinggaRp 35 juta, sesuai jenis pelanggaran yang diatur dalam Pergub Nomor 128 Tahun 2012 tentang Pengenaan Sanksi Pelanggaran Penyelenggaraan Bangunan Gedung.

Pemilik yang membangun tanpa IMB dikenakan pasal 15 ayat 1 Perda 7 Tahun 2010. Sementara untuk bangunan yang menyalahi IMB dikenakan pasal 144 ayat 2 PerdaTahun 2010. Mereka yang melanggar dijatuhi sanksi denda minimal Rp 3 juta hingga denda maksimum sebesar Rp 50 Juta. Dalam sidang itu para pemilik bangunan langsung menjalani sidang tindak pidana ringan (Tipiring) lantaran terbukti bersalah dan tidak mengantongi IMB dan tidak sesuai dengan izin lainya  sehingga dijatuhkan denda yang beragam sesuai tingkat kesalahannya.

IMG 5402

Total seluruhnya 291 pelanggar IMB dari enam kecamatan di Jakarta Utara yang disidangkanhariini. Wilayah kecamatan yang paling banyak berada di Kecamatan Penjaringan sebanyak 72 pelanggar,"  kata Poniman. Sesuai Perda No 7 tahun 2010 tentang Perizinan Bangunan, setiap bangunan baru harus melengkapi persyaratan yang diatur dalam perda tersebut. Ada 291 bangunan tak berijin di Jakarta Utara yang terjaring operasi yustisi. Mereka yang melanggar langsung diserahkan ke pengadilan untuk di proses sesuai dengan hukum.

IMG 5405

291 lokasi bangunan tersebut tersebar di 6 Kecamatan di Jakarta Utara.  52 Bangunan berada di Kecamatan Tanjung Priok, 41 Bangunan di Kecamatan Kelapa Gading, 25 Bangunan di Kecamatan Koja, 75 bangunan di Kecamatan Penjaringan, 35 bangunan di Kecamatan Cilincing, serta 34 bangunan  di Kecamatan Pademangan.